Islamicstudiestb's Blog

Islam is solution, because it from Allah

Bahasa Arab untuk Sastra Indonesia

 

POKOK BAHASAN

SUBPOKOK BAHASAN

Ruang lingkup mata kuliah Bahasa Arab a. Perkenalan

b. Uraian SAP

c.Kontrak belajar

Abjad (Huruf Hijaiyyah) dan harakat a. Huruf konsonan

b. Harakat & tanwin

c. Sukun &  syaddah

d. Huruf panjang (mad)

e. Huruf diftong

f. Nama-nama huruf

Bentuk huruf-huruf Arab menurut letaknya dalam kata
  1. Huruf terpisah
  2. Huruf di awal
  3. Huruf di tengah
  4. Huruf di akhir
Huruf yang hampir sejenis a.Mutajanisain

b. Arab:

- )أ – ع(

Ta’aruf  (perkenalan) dan Kelas Kata dalam bahasa Arab

 

a.Membaca: Ta’aruf

b.Menerjemahkan

c.Kelas kata/Jenis-jenis kata dalam bahasa Arab: Isim, fi’il, dan huruf

Al-‘Umrah (‘Umrah) dan Kalimat Nominal

 

a.Membaca: Al-‘Umrah

b.Menerjemahkan

c.Mengenal Gender dan Number pada kata benda

d.Subyek (mubtada) dan predikat (khabar)

Kata Ganti (dhamir) a. Kata Ganti terpisah (munfashil)

b. Kata Ganti bersambung(muttashil)

September 4, 2011 Posted by | ARABIC LESSON | Leave a Comment

6.3 AKHLAK DALAM ISLAM

Seorang muslim adalah manusia biasa, ia bukan malaikat dan bukan iblis. Karena itu wajar jika kadang-kadang melakukan perbuatan haram, atau malas mengerjakan perintah-perintah Allah. Sekali, dua kali atau beberapa kali bisa saja itu terjadi pada dirinya, mungkin ia lalai. Bisa juga ia tidak tahu, bahwa perbuatan itu bertentangan dengan Islam dan sifat-sifat mulia seorang pribadi muslim. Atau mungkin setan telah merasuk dalam dirinya dan nafsu telah mencengkramnya, sehingga ia terjerumus dalam perbuatan dosa. Ia melakukan itu semua, sementara aqidah Islam bersemayam di dalam dirinya.

Ada yang menganggap melakukan perbuatan dosa berarti telah mengeluarkan seseorang dari Islam. Melakukan perbuatan yang berlawanan dengan sifat seorang muslim, berarti menghapus sykhshiyah Islamiyah pada diri seorang muslim. Read more »

September 3, 2011 Posted by | The Sixth Lesson | Leave a Comment

6.2 Cara Memperkuat Kepribadian Muslim

Memang terlalu sederhana jika kita hanya bicara soal ‘ada atau tidaknya’ syakhshiyah Islamiyah pada seseorang. Yang lebih penting bagaimana membentuk syakhshiyah Islamiyah yang kuat dan tangguh, atau pribadi muslim yang cerdik, cekatan, tawadhu, istiqomah dan tawakal. Maka syakhshiyah yang terbentuk, jangan dibiarkan apa adanya saja. Jangan disia-siakan apalagi dihancurkan. Pribadi harus diperkuat, ditumbuhkan dan dikembangkan. Caranya, dengan meningkatkan kualitas aqliyah dan nafsiyah Islamiyah. Kualitas aqliyah Islamiyah ditingkatkan dengan menambah perbendaharaan hasanah keilmuan Islam (tsaqofah Islamiyah). Sedangkan kualitas nafsiyah Islamiyah ditingkatkan dengan melatih diri melakukan ketaatan, menjalankan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Dengan demikian syakhshiyah Islamiyah akan meningkat terus-menerus, seiring dengan bergulirnya waktu. Semakin tua usia, semakin meningkat kualitas pribadi yang dimiliki. Pemikiran Islamnya bertambah cemerlang, jiwanya semakin mantap, dan ia semakin dekat dengan Allah SWT. Read more »

September 3, 2011 Posted by | The Sixth Lesson | Leave a Comment

6.1 Kepribadian Islam

Pengertian Syakhshiyyah (Keperibadian)

Kepribadian mirip sebuah energi; sesuatu yang abstrak. Orang hanya dapat menilai “dampak” yang ditimbulkannya. Di sinilah titik kemungkinan orang berbeda dalam mendefinisikan makna “pribadi”. Ada yang menganggap, pribadi (kepribadian) adalah suatu sifat yang khas yang dimiliki oleh seseorang, yang dengan itu ia menjadi sosok yang khas, berbeda dari yang lainnya.

Itu yang sering dikatakan sebagai watak atau karakter. Misalnya, watak keras, lemah lembut, dan kompromis. Watak, sesungguhnya tidak menunjukkan tinggi rendahnya pribadi seseorang. Orang Batak yang terkenal dengan sifat kerasnya tidak menjadi lebih rendah nilai kepribadiannya dibanding dengan orang Jawa yang lemah lembut. Watak keras Umar bin Khathab tidak menjadikannya lebih rendah dibandingkan Utsman bin Affan, yang dikenal lembut. Read more »

September 3, 2011 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

KEPRIBADIAN ISLAM

Kalian adalah umat terbaik  yang dikeluarkan kepada manusia. Kalian menyuruh yang maruf dan mencegah kemungkaran. Dan kalian beriman kepada Allah.”

(Q.S. AL Imran:110)

Demikian firman Allah, yang seharusnya diusahakan oleh ummat Islam perwujudannya, yakni menjadi ummat terbaik, ummat terunggul. Berkemampuan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Tapi, faktanya sekarang ini masih jauh dari harapan.

Tanpa menutup mata terhadap gejala kebangkitan di sana-sini yang mulai nampak, secara umum nasib ummat Islam tidak menggembirakan. Ummat dan negeri-negeri Islam, sama sekali tidak berdaya menyelesaikan problemanya sendiri. Kaum muslimin — apapun motifnya — kenyataannya harus minta tolong orang lain untuk menugurus dan menyelesaikan rumah tangganya sendiri. Read more »

September 3, 2011 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

5.3 PENERAPAN ISLAM BUKTI IMAN AL-QURAN

Tujuan dari adanya suatu mu’jizat adalah untuk meyakinkan manusia, bahwa orang yang membawa suatu mu’jizat adalah benar-benar seorang nabi, dan bahwa risalah yang dibawanya adalah benar-benar berasal dari sisi Allah (lihat Muhammad Husain Abdullah, Dirasat fi Al Fikri Al- Islami, hal. 21).

Oleh karenanya, kemu’jizatan Al-Qur’ân merupakan bukti nyata dan meyakinkan bahwa Muhammad bin Abdullah adalah benar-benar seorang nabi dan rasul. Kita umat Islam telah beriman bahwa Muhammad itu memang Rasulullah, seperti yang termaktub dalam syahadat kita. Read more »

September 3, 2011 Posted by | The Fifth Lesson | Leave a Comment

5.2 KEMU’JIZATAN AL-QURAN

Kajian mengenai kemu’jizatan Al-Qur’ân merupakan kajian yang sangat penting, sebab ia merupakan bukti kenabian Muhammad SAW. semenjak turunnya Al-Qur’ân sampai Hari Kiamat nanti (lihat Imam Ibnu Hazm, Ilmu Kalam ‘Inda Madzhab Ahlis-Sunnah hal. 27). Kendati pun Nabi Muhammad SAW. memiliki banyak mu’jizat lainnya,   akan tetapi beliau tidak menggunakan mu’jizat-mujizat itu sebagai tantangan (at tahaddy) bagi orang yang mengingkari kenabian beliau.  Disamping itu, Al-Qur’ân merupakan mu’jizat Nabi Muhammad SAW. yang paling tinggi, paling besar, dan paling ampuh untuk menaklukan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau (Imam Syafi’iy, Fiqh Akbar, hal. 40)  Read more »

September 3, 2011 Posted by | The Fifth Lesson | Leave a Comment

5.1 KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP RASUL & Al-QURAN

Di samping ingin mencari kebenaran yang hakiki tentang Al-Khaliq yang disembahnya, manusia juga membutuhkan rasul sebagai penunjuk jalan dalam beribadah kepada Tuhannya itu. Sebab, tanpa adanya rasul yang membimbing dan mengarahkan, maka manusia dapat terperosok dalam cara-cara ibadah yang tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT., baik perintah maupun laran­gan-Nya.

Bukti lain dari kebutuhan manusia akan rasul adalah bahwa manusia mempunyai tuntutan-tuntutan berupa naluri dan kebutuhan fisik yang memerlukan pemuasan dan pemenuhan. Untuk itu, dibutuhkan suatu aturan yang mengatur pemuasan itu agar tidak terjerumus ke dalam pemuasan dan pemenuhan yang salah. Aturan ini tidak boleh datang dari manusia, sebab bagaimanapun baiknya peraturan buatan manusia, pada dasarnya tetap tidak akan pernah sempurna dan abadi. Dengan demikian, aturan ini harus datang dari Allah SWT. Yang Maha Mengetahui. Kemudian aturan-Nya itu  disampai­kan, dijelaskan, dan dilaksanakan  melalui para Rasul-Nya. Read more »

September 3, 2011 Posted by | The Fifth Lesson | Leave a Comment

Method of Fight

Aqidah Islam mengajarkan bahwa dibalik alam semesta, manusia, dan kehidupan terdapat Pencipta. Sang Pencipta inilah yang telah menciptakan ketiganya, dan segala sesuatu  yang lainnya. Oleh sebab itu, Sang Pencipta ini disebut  sebagai Khaliqul ‘Alam. Dia adalah Allah SWT. yang bersifat mutlak ada-Nya (wajibul  wujud). Dia bukanlah makhluk, sebab  sifat-Nya sebagai pencipta merupakan petunjuk bahwa Dia bukan makhluk, dan memasti­kan bahwa keberadaan-Nya adalah tidak berawal dan tidak berakhir. Sementara selain Dia, yaitu alam semesta, manusia, dan kehidupan serta segala sesuatu yang lain bersifat terbatas, lemah dan memiliki sifat tergantung kepada makhluk lainnya, dan fana. Oleh sebab itu, tidak ada sesuatupun yang kekal selain Allah SWT. Read more »

September 3, 2011 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

4.1 Why must have faith ?

“Manusia merupakan makhluk  berakal yang memiliki  kecenderungan untuk senantiasa mencari kebenaran dalam setiap hal yang menyangkut hidup dan kehidupannya. Demikian pula, dalam masalah keimanan terhadap sesuatu yang disembahnya, manusia akan mencari kebenaran tentang keimanannya tersebut.  Hanya dengan metode beriman yang benar sajalah seseorang dapat sampai ke arah tersebut. Materi ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam rangka menghantarkan kita ke arah pemahaman keimanan yang kokoh dan kuat. Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan dalam mengkajinya.”

Dalam realita kehidupan saat ini, tidak sedikit kaum muslimin yang kurang mengetahui mengapa dia memeluk Islam. Ketika ditanya mengapa anda memeluk agama Islam? Sering terlontar jawaban yang paling sederhana: “Ya, karena orang tua saya, nenek dan kakek saya beragama Islam. Benarkah pemahaman keIslaman itu melalui proses seperti ini? Padahal Al-Qur’ân menuntut untuk membuktikan setiap kebenaran yang diyakini manusia. Read more »

September 2, 2011 Posted by | The Fourth Lesson | | Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.