5.3 PENERAPAN ISLAM BUKTI IMAN AL-QURAN
Tujuan dari adanya suatu mu’jizat adalah untuk meyakinkan manusia, bahwa orang yang membawa suatu mu’jizat adalah benar-benar seorang nabi, dan bahwa risalah yang dibawanya adalah benar-benar berasal dari sisi Allah (lihat Muhammad Husain Abdullah, Dirasat fi Al Fikri Al- Islami, hal. 21).
Oleh karenanya, kemu’jizatan Al-Qur’ân merupakan bukti nyata dan meyakinkan bahwa Muhammad bin Abdullah adalah benar-benar seorang nabi dan rasul. Kita umat Islam telah beriman bahwa Muhammad itu memang Rasulullah, seperti yang termaktub dalam syahadat kita. Read more »
5.2 KEMU’JIZATAN AL-QURAN
Kajian mengenai kemu’jizatan Al-Qur’ân merupakan kajian yang sangat penting, sebab ia merupakan bukti kenabian Muhammad SAW. semenjak turunnya Al-Qur’ân sampai Hari Kiamat nanti (lihat Imam Ibnu Hazm, Ilmu Kalam ‘Inda Madzhab Ahlis-Sunnah hal. 27). Kendati pun Nabi Muhammad SAW. memiliki banyak mu’jizat lainnya, akan tetapi beliau tidak menggunakan mu’jizat-mujizat itu sebagai tantangan (at tahaddy) bagi orang yang mengingkari kenabian beliau. Disamping itu, Al-Qur’ân merupakan mu’jizat Nabi Muhammad SAW. yang paling tinggi, paling besar, dan paling ampuh untuk menaklukan orang-orang yang ingkar terhadap kenabian beliau (Imam Syafi’iy, Fiqh Akbar, hal. 40) Read more »
5.1 KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP RASUL & Al-QURAN
Di samping ingin mencari kebenaran yang hakiki tentang Al-Khaliq yang disembahnya, manusia juga membutuhkan rasul sebagai penunjuk jalan dalam beribadah kepada Tuhannya itu. Sebab, tanpa adanya rasul yang membimbing dan mengarahkan, maka manusia dapat terperosok dalam cara-cara ibadah yang tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT., baik perintah maupun larangan-Nya.
Bukti lain dari kebutuhan manusia akan rasul adalah bahwa manusia mempunyai tuntutan-tuntutan berupa naluri dan kebutuhan fisik yang memerlukan pemuasan dan pemenuhan. Untuk itu, dibutuhkan suatu aturan yang mengatur pemuasan itu agar tidak terjerumus ke dalam pemuasan dan pemenuhan yang salah. Aturan ini tidak boleh datang dari manusia, sebab bagaimanapun baiknya peraturan buatan manusia, pada dasarnya tetap tidak akan pernah sempurna dan abadi. Dengan demikian, aturan ini harus datang dari Allah SWT. Yang Maha Mengetahui. Kemudian aturan-Nya itu disampaikan, dijelaskan, dan dilaksanakan melalui para Rasul-Nya. Read more »
-
Recent
- Masalah ketenagakerjaan dan solusi Islam
- Masalah dekadensi moral dan solusi Islam
- ATURAN PERGAULAN PRIA & WANITA DALAM ISLAM
- SYARIAT ISLAM DALAM MENGATASI KRIMINALITAS
- SOLUSI ISLAM DALAM PROBLEM KEMISKINAN
- ISLAM, SAINS, DAN TEKNOLOGI
- ISLAM DALAM DIMENSI POLITIK
- Pluralitas masyarakat Islam
- Islam Rahmatan Lil-alamin
- Sumber Hukum Islam
- Bahasa Arab untuk Sastra Indonesia
- 6.3 AKHLAK DALAM ISLAM
-
Links
-
Archives
- November 2011 (6)
- October 2011 (4)
- September 2011 (11)
- October 2009 (1)
- September 2009 (5)
- August 2009 (13)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS